Novel Ingkar merupakan buku fiksi yang memuat kisah cinta antara dua anak remaja. Buku
ini merupakan buku kedelapan belas Boy Candra, yang merupakan seorang penulis asal
Parit, Sumatra Barat. Sejak 2013, Boy Candra telah menerbitkan banyak buku dalam
berbagai genre, dan karyanya telah tersebar di toko-toko Nusantara. Selain menulis, Boy
Candra juga mengisi undangan acara kepenulisan kreatif ke berbagai kampus dan sekolah
di Indonesia. Ia juga pernah menjadi pembicara di berbagai acara festival buku dan sastra,
seperti Minang Book Fair 2016, Makassar International Writers Festival 2018, dan lain-lain.
Kini, sejumlah judul novelnya juga diadaptasi menjadi film layar lebar.
Novel yang bergenre romansa ini mengisahkan tentang Livka, seorang perempuan asal
Solok, Sumatra Barat, dan kisah cinta semasa SMAnya dengan Agung, kakak kelasnya.
Mereka pertama kali bertemu pada saat Livka berangkat untuk hari pertama di sekolah
barunya. Menurut Livka, Agung adalah lelaki yang sangat baik hati, karena ia bersedia untuk
membantu Livka menguburkan seekor kucing yang telah mati di jalan pada pertemuan
pertama tersebut. Akan tetapi, rasa kagum berubah menjadi kecewa ketika Livka dan
sahabatnya, Airin, diganggu oleh Agung dan anak-anak nakal lainnya, yaitu Bima dan Fahmi
pada saat istirahat.
Livka, yang tidak takut kepada mereka, terus-menerus melawan balik ketika diganggu.
T etapi, puncaknya tiba ketika Fahmi, yang merupakan ketua geng, ternyata mencoba untuk
menganggu adik Livka tanpa sepengetahuan anggota geng lainnya. Agung yang mulai
memiliki perasaan pada Livka melawannya, sehingga Agung dianggap sebagai seorang
pengkhianat bagi geng tersebut dan ditelantarkan.
Beberapa hari ke depan, satu dua hal terjadi sehingga Fahmi dikeluarkan dari sekolah dan
geng buatannya bubar. Mengikuti pembubaran geng tersebut, Agung kembali kepada
kehidupannya yang lama, yakni menjadi seseorang yang dianggap cupu dan pendiam. Dari
sini, pendekatan, kisah cinta, dan perjanjian batin Agung dan Livka dimulai.
Namun ternyata, dari semakin besarnya cinta yang muncul diantara mereka, mulai
membesar jugalah kekhawatiran dan keraguan di dalam diri Livka. Agung yang sudah lulus
SMA akan kuliah ke Padang, dan meninggalkan Livka yang seringkali merasa tiba-tiba tidak
percaya pada kesetiaan Agung. Lalu, diitambah dengan adanya jarak yang jauh, komunikasi
yang tidak lancar, orang tuanya Livka yang ternyata tidak menyetujui hubungan mereka, dan
seorang sosok baru yang muncul di kehidupan Agung, hubungan mereka terasa diuji.
Apakah mereka mampu menghadapi segala cobaan itu? Atau, apakah ada salah satu dari
mereka yang memilih untuk ingkar?
Meskipun menceritakan sebuah kisah yang sederhana, novel ini mengandung berbagai
kiasan yang memperindah dan memperlengkap narasi. Buku ini juga menggunakan bahasa
yang mudah untuk dipahami, sehingga novel tetap terasa ringan ketika dibaca. Penokohan
dilakukan dengan baik dan menyeluruh, sehingga selain dari kedua tokoh utama, kita juga
diberikan kesempatan untuk mengetahui sudut pandang para tokoh pendukung. Ditambah
lagi, buku ini mengandung berbagai pesan moral yang bisa diterapkan dalam hidup
persahabatan, keluarga, dan bahkan kehidupan remaja secara umum.
Sayangnya, dari segi alur, penyelesaian konflik disini terkesan buru-buru dan dadakan.
Resolusi yang terjadi jauh lebih singkat dibandingkan dengan orientasi dan komplikasi yang
terasa lama dan kompleks, sehingga meskipun cerita sudah habis dibaca, pembaca bisa
merasa kurang puas dengan caranya kisah ini diselesaikan. Kesalahan dalam ejaan dan
penulisan atau typo juga masih sering terlihat dalam cetakan ini. Sejumlah typo juga sangat
berbeda dengan kata aslinya, sehingga dapat membuat kesalahpahaman dan bahkan
mengganggu pada saat membaca.
Secara keseluruhan, buku Ingkar adalah sebuah buku yang menarik. Kisahnya yang ringan,
dengan penyampaiannya yang menyeluruh, puitis, dan penuh kiasan menjadi daya tariknya.
Buku ini paling cocok untuk dibaca para remaja. Karena, selain dengan adanya pesan moral
dalam hal kekeluargaan dan persahabatan, novel ini menawarkan sebuah kisah cinta masa
SMA yang sederhana, namun mampu menghangatkan hati